Foto saya
Bengkulu, Indonesia
a lover..

Rabu, 12 Desember 2012

12.12.12

di baris terakhir postingan sebelumnya, saya baru sadar kalau sekarang tanggal 12 bulan Desember tahun 2012.
12.12.12
saya masih ingat isu-isu yang berkembang pada awal tahun kemarin mengenai hari akhir yang oleh suku inca diprediksi terjadi pada tanggal ini. tapi sepandai-pandainya peradaban manusia, Tuhanlah yang lebih berkuasa.
seperti yang terjadi pada kombinasi angka kembar di tahun-tahun sebelumnya, banyak teman saya yang memutuskan menciptakan suatu moment di hidupnya pada tanggal sekarang.
ada yang memutuskan melakukan akad nikah setelah lima tahun menikah.
ada juga yang memutuskan melahirkan anak pertamanya.
alasannya karena tanggalnya cantik, gampang diingat.
ini mungkin bertentangan dengan masyarakat jawa yang masih menggunakan perhitungan hari pasaran untuk menentukan tanggal baik, dan tidak hanya didasarkan pada kecantikan suatu tanggal.
dan hal ini juga menggelitik pemikiran saya yang sesungguhnya tidak terlalu peduli dengan angka -kecuali angka di uang-, karena menurut saya suatu moment itu tidak hanya spesial di saat ia terjadi di tanggal dengan kombinasi angka yang cantik, tapi moment itu menjadi spesial saat kita bisa mencipatakannya bersama orang yang spesial seperti keluarga, sahabat, atau kekasih.
yah itu menurut saya saja kok, kalau nggak setuju juga no problemo.
selamat ber-12 ria :D

lupa, melupakan, terlupakan, dilupakan

sudah banyak pastinya yang aku alami setelah postingan terakhir bulan september lalu.
sudah tiga bulan tidak pulang dan bertemu keluarga dan pacar di kampung halaman.
sudah belasan undangan pernikahan teman yang saya dapat.
sudah 11 bulan bersama pacar.
sudah semester 3 di pascasarjana.
sudah berkilo gram berat badan bertambah.
dan entah sudah berapa kisah yang aku lupa, sengaja aku lupakan, tanpa sengaja terlupa, ataumalah aku yang dilupakan.
aku merasa beberapa bulan ini tidak banyak hal yang menarik, atau aku hanya lupa.
jadi aku memilih untuk tidak menulis apa-apa, padahal ini membuatku semakin cepat melupakan.
ya beginilah kalau hanya mengandalkan kemampuan otak yang jarang diasah, banyak yang terlupa.
tapi aku siap dengan konsekuensi dilupakan.